Generator Hash (MD5, SHA-1, SHA-256, HMAC)
Hash adalah sidik jari data yang deterministik: input yang sama menghasilkan output yang sama. Developer memakainya untuk verifikasi integritas, membandingkan nilai, dan membangun signature agar perubahan data bisa terdeteksi. Tool ini menyediakan MD5, SHA‑1, SHA‑256, serta HMAC langsung di browser, jadi kamu bisa troubleshooting tanpa mengirim data ke pihak ketiga.
Pilih algoritma sesuai kebutuhan. Untuk use case modern, SHA‑256 biasanya pilihan default. MD5 dan SHA‑1 masih muncul di sistem legacy, tetapi tidak disarankan untuk desain keamanan baru karena lemah terhadap kolisi. Jika kamu butuh signature berbasis secret bersama (misalnya webhook atau request signing), gunakan HMAC.
Saat hasil tidak cocok dengan tool lain, penyebabnya sering hal kecil: encoding (UTF‑8), perbedaan newline (\n vs \r\n), spasi tersembunyi, atau string yang ditandatangani ternyata berbeda. Pastikan kamu membandingkan byte yang sama, bukan hanya tampilan teks. Format output juga penting: hex dan Base64 meng-encode byte yang sama, hanya beda alfabet.
Tool ini menampilkan kedua format agar gampang menyesuaikan dengan API. Jika input dan format sudah sama, hasil hash pasti sama. Ingat juga: hash bukan enkripsi. Ini tool untuk workflow developer dan debugging.
- Cek integritas data dan membandingkan nilai dengan cepat.
- Debug mismatch hash saat integrasi API signature.
- Buat identifier stabil untuk test, fixture, atau cache key.
- Verifikasi webhook dengan HMAC saat development.
- Bandingkan output hex vs Base64 dari library/SDK.
- Deteksi perbedaan whitespace/newline atau encoding UTF-8.
- 1Pilih algoritma (MD5, SHA-1, SHA-256, atau HMAC).
- 2Tempel teks yang ingin di-hash (payload, ID, string untuk signature).
- 3Jika memilih HMAC, masukkan secret key.
- 4Generate digest dan salin sebagai hex atau Base64.
- 5Bandingkan output untuk debug perbedaan encoding/signature.