Studio Kode QR
Buat QR code dari teks atau URL. Unduh instan — tanpa pelacakan, tanpa penyimpanan.
Editor
Pratinjau / Render Akhir
Tentang
QR code (Quick Response) adalah barcode dua dimensi yang menyimpan data dalam pola modul gelap‑terang. Penggunaan paling umum adalah membuka tautan dengan cepat, tetapi QR code juga bisa menyimpan teks, detail kontak, string konfigurasi Wi‑Fi, identitas pembayaran, dan payload ringkas lainnya. Karena pemindaian membaca pola, QR code memudahkan memindahkan informasi dari media cetak ke ponsel tanpa mengetik.
Studio Kode QR ini dirancang dengan alur yang sederhana dan privasi sebagai prioritas: tempel teks atau URL, pilih format output (PNG atau SVG), lalu unduh hasilnya. Kamu dapat mengatur level koreksi error (L/M/Q/H). Level yang lebih tinggi lebih tahan terhadap noda, lipatan, atau kualitas cetak yang buruk, tetapi kapasitas data menjadi lebih kecil. Margin (quiet zone) juga penting—tanpa area kosong di sekeliling, banyak scanner kesulitan mendeteksi batas kode.
Contoh payload yang sering dipakai: URL biasa (https://…), teks singkat, atau format terstruktur yang dikenali aplikasi pemindai. Untuk Wi‑Fi, format WIFI: (contoh: WIFI:T:WPA;S:NamaWifi;P:KataSandi;;) banyak didukung. Untuk kontak, vCard (BEGIN:VCARD … END:VCARD) umum digunakan. Jika kamu memakai karakter non‑ASCII (misalnya aksen atau emoji), QR bisa menjadi lebih padat karena jumlah byte bertambah, jadi pertimbangkan untuk memendekkan konten saat butuh ukuran cetak kecil.
PNG dan SVG cocok untuk kebutuhan berbeda. PNG adalah gambar raster dan praktis untuk dibagikan di aplikasi atau situs yang mengharuskan file gambar. SVG adalah vektor, sehingga tetap tajam ketika diperbesar dan lebih ideal untuk desain serta pencetakan. Untuk hasil cetak, jaga kontras tinggi (foreground gelap, background terang), pertahankan quiet zone, dan hindari kombinasi warna yang membuat modul terlihat “pudar” di kamera.
Ukuran export juga berpengaruh pada ketajaman. File yang lebih besar memberi lebih banyak piksel per modul, sehingga lebih tahan terhadap scaling oleh aplikasi lain. Jika QR akan ditempatkan di dokumen atau materi desain, SVG biasanya paling aman karena tidak tergantung resolusi. Untuk PNG, hindari resize dengan smoothing; bila harus mengubah ukuran, gunakan scaling “nearest neighbor” dan selalu uji pemindaian di media target.
Jika kamu memakai warna, utamakan keterbacaan. Kombinasi foreground gelap dan background terang paling aman; warna yang terlalu muda atau kontras rendah sering gagal terbaca di kondisi cahaya sulit. Background transparan memudahkan integrasi desain, tetapi pola/tekstur di belakang bisa mengganggu pemindaian. Untuk cetak, pilih permukaan matte bila memungkinkan dan sisakan margin yang cukup agar kamera mudah menemukan batas QR.
Jika QR code tidak terbaca, biasanya penyebabnya adalah kontras rendah, margin kurang, ukuran cetak terlalu kecil, atau data yang terlalu panjang sehingga kode sangat rapat. Solusinya: perbesar ukuran fisik, naikkan level koreksi error, atau ringkas konten (misalnya gunakan short URL). Uji dengan beberapa aplikasi pemindai sebelum dipublikasikan. Tool ini tidak ditujukan untuk penyimpanan permanen; setelah mengunduh, kamu bisa menghapus hasil dari memori sesi dengan satu aksi.
Aktivitas pencarian
FAQ
›Apakah QR code bisa kedaluwarsa?
›Pilih PNG atau SVG?
›Ukuran berapa untuk dicetak?
›Kenapa QR code saya tidak bisa di-scan?
›Apakah data saya disimpan?
›Boleh dipakai untuk kebutuhan komersial?
›Berapa banyak teks yang muat di QR code?
Alat Terkait
- Crop Gambar/tools/crop
- Ubah Ukuran Gambar/tools/resize
- Filter Gambar/tools/filters
- PNG ke JPG/tools/png-to-jpeg
- JPG ke PNG/tools/jpeg-to-png