Cek WHOIS / RDAP
Lookup kepemilikan domain dan IP: RDAP lebih dulu, WHOIS fallback, plus ringkasan.
Ringkasan
Field penting dari RDAP (dan WHOIS jika ada).
Tentang
Alat cek WHOIS / RDAP ini memberi ringkasan kepemilikan domain atau IP tanpa perlu membuka banyak registry. RDAP dikirim sebagai JSON terstruktur; kalau tidak tersedia, alat jatuh ke WHOIS teks sehingga hasil tetap ada. Kamu bisa melihat siapa pemiliknya, kontak/role yang dipublikasikan, timeline pendaftaran, nameserver aktif, dan apakah zona tersign DNSSEC. Cocok untuk memverifikasi transfer, mengecek risiko expiry, atau memastikan domain benar-benar milik organisasi yang mengklaimnya. SSRF guard memastikan host privat diblok dari awal.
Untuk domain, ringkasan menampilkan registrar, nama organisasi/registrant jika tidak disembunyikan, tanggal buat/perbarui/kedaluwarsa, status (clientTransferProhibited, redemptionPeriod, dll.) serta daftar nameserver. Bendera DNSSEC menunjukkan zona ditandatangani. Tautan RDAP bisa dibuka sebagai sumber otoritatif, sementara WHOIS teks mudah ditempel ke tiket dukungan. Status sering menjelaskan kenapa aksi gagal: domain terkunci tidak bisa transfer; redemption berarti menunggu dihapus.
Untuk IP, RDAP menunjukkan blok yang diumumkan, rentang awal/akhir, negara, remarks operator, dan handle/entitas yang memegang prefix. Ini membantu membedakan alamat ISP rumahan, hosting, cloud/VPN, atau upstream carrier—penting untuk allowlist, merespons abuse, atau membuktikan exit node berasal dari data center vs jaringan konsumen. Parent handle menunjukkan alokasi lebih besar jika kebijakan perlu diperlebar atau dipersempit.
Output mentah berguna untuk otomatisasi: tim incident response menempel RDAP JSON di tiket, SOC memasukkan WHOIS teks ke playbook SIEM, engineer deliverability mengutip info registrar ketika meminta perbaikan DNSSEC/NS/expiry. Karena RDAP terstruktur, status dan tanggal bisa dipantau untuk alarm sebelum domain kadaluarsa. Skenario praktis: cek whois untuk SPF/DKIM, memastikan domain phishing kembar beda registrar, atau membagikan tautan RDAP ke support registrar agar proses dipercepat.
Gunakan juga saat compliance atau audit vendor memerlukan bukti kepemilikan: salin link RDAP sebagai sumber otoritatif, lampirkan WHOIS ke tiket eskalasi, dan catat status kunci (clientHold, redemption) di runbook. Semua pemrosesan berlangsung di sisi server dengan guard SSRF, jadi jaringan internal tetap aman.
Aktivitas pencarian
FAQ
›Kapan RDAP dipakai, kapan WHOIS?
›Kenapa ada field kosong?
›Apa arti status domain?
›Bagaimana cek DNSSEC?
›Apa gunanya RDAP IP?
›Bisakah raw dipakai otomatisasi?
Alat Terkait
- Ping Test/tools/network/ping
- Traceroute / MTR/tools/network/traceroute
- Cek Port/tools/network/port-check
- Cek DNS/tools/network/dns-check
- HTTP Headers/tools/network/headers