Memahami Generasi Mesh dari Aset 2D
Gambaran teknis bagaimana PNG/SVG 2D menjadi mesh segitiga 3D: sampling, kontur, triangulasi, normal, watertightness, dan batasan output STL.
Langkah demi langkah
- 1
Pilih representasi: siluet vs height field
Logo sering cocok sebagai “silhouette extrusion” (bentuk biner). Artwork grayscale seperti height map (kecerahan → tinggi Z), yang bisa menambah noise jika gambar tidak bersih.
- 2
Buat STL dan periksa topologi
Gunakan Konverter PNG / SVG → STL untuk membuat STL, lalu cek pulau kecil, lubang, dan area segitiga yang terlalu padat.
1) Sampling input 2D
Untuk PNG, engine membaca piksel (biasanya sRGB) dan bisa menormalkan alpha/background. Untuk SVG, engine mem-parsing viewBox/path lalu merasterisasi atau sampling kontur pada densitas tertentu. Tahap sampling menentukan seberapa banyak detail di tahap berikutnya.
2) Dari kontur/height ke segitiga
- Silhouette extrusion: temukan batas piksel solid, triangulasi area 2D, lalu ekstrusi dengan dinding samping.
- Height field: anggap kecerahan sebagai tinggi, buat mesh permukaan di atas grid, lalu tambahkan base agar watertight.
3) Normal, watertightness, dan batasan STL
STL hanya berisi segitiga. Untuk cetak yang andal, mesh harus watertight (volume tertutup) dan menghindari self-intersection. Meski slicer bisa auto-repair, topologi bersih mengurangi kejutan.